Apakah Keutamaan/Fadhilah Ibadah Umroh?


keutamaan-umroh

Tiap-tiap orang tentu merindukan tanah suci, terlebih Ka’bah di tanah haram Makkah. Di ruangan tersebut ada dua gerakan ibadah yg mulia merupakan umrah & haji. Buat umrah sendiri mampu dilakukan tiap-tiap kala. Sedangkan haji cuma kusus di bln haji, bln Dzulhijjah.

Umrah sendiri mempunyai sekian banyak keutamaan.

1. Umrah yaitu jihad layaknya ibadah haji.

‘Aisyah bicara,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».

“Wahai Rasulullah, apakah perempuan pun wajib berjihad?” Dia shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dirinya wajib berjihad tidak dengan ada peperangan di dalamnya, yakni bersama haji & ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih layaknya kata Syaikh Al Albani).

2. Menghapus dosa di antara dua umrah.

Dari Abu Hurairah, dia berbicara, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Antara umrah yg satu & umrah yang lain, itu bakal menghapuskan dosa di antara keduanya. & haji mabrur tak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 & Muslim no. 1349)

3. Umrah menghilangkan kefakiran & menghapus dosa.

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah terhadap haji, sebab keduanya menghilangkan kemiskinan & dosa-dosa layaknya pembakaran menghilangkan karat kepada besi, emas, & perak. Sementara ga ada pahala bagi haji yg mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Ibadah mulia ini pula dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam & para teman baik sewaktu dirinya shallallahu ‘alaihi wa sallam masihlah hidup atau juga kala telah tiada. Ini serta menunjukkan kemuliaan ibadah tersebut. (Rumaysho.com)


0 komentar:

Google Ping